Senin, 2 November 2009 seharusnya menjadi hari-hari yang biasa saja. Konsultasi skripsi, bersiap mendapatkan arahan dan berpikir mengenai bagaimana kerangka pengganti yang akan kubuat. Tapi hari ini menjadi tidka biasa.....
Hari itu dimulai dengan tidur yang kurang dna harus bangun pagi dan mandi subuh-subuh. Bangun tidur dengan mood yang tidak enak dan muka cemberut. Abang dna Ibu sampai heran dengan mood anehku di pagi kemarin. Tapi akhirnya aku bisa bergegas pergi dengan perut kenyang karena dipaksa sarapan dan minum teh manis satu mug besar.
Perjalanan dilanjutkan menuju cengkareng untuk naik busway dan menyambung naik kereta Ekonomi AC di stasiun Juanda. Di dalam kereta pikiranku berkelana kemana-mana. SMS bu May di Jumat minggu sebelumnya yang mengatakan bahwa ada masalah dengan Bab analisisku membuatku menjadi lemas. Lalu tiba-tiba berpikir perasaan ini membuatku teringat saat aku SD dulu dan pertama kalinya PR-ku tertinggal di rumah. Perasaan bersalah tidak dapat memuaskan guruku dan rasanya sangat lucu berpikir tentang pengalamanku pertama kali di setrap di depan kelas waktu itu. Walaupun akau tahu nantinya tidak aan distrap (he3) tapi tetap saja pereasaan bersalah dan gagal itu menggelantungi hati.
Sampai ketika Konsultasi. Sebenarnya tidak ada masalah berarti tetapi Bab yang penuh dengan tabel itu terasa membosankan dan tanpa analisa (sebenarnya ada analisa tetapi Bu may gak sempat baca karena terlalu bosan membaca halaman2 awal). Singkatnya mood yang jelek itu tiba-tiba menghilang. Kemudian tiba-tiba Bu May mengajakku untuk ke bundaran HI. Pikiranku langsung melayang ke hari minggu sebelumnya saat meliaht di FB dan ingin sekali ikut ke bundaran HI. Oh well sepertinya sekarang ada alasan untuk itu. Jadilah siangnya bersama Bu May ke Bundaran HI.
Disepanjang perjalanan Bu may mengungkapkan kegusarannya akan minat mahasiswa IE yang sangat rendah terhadap konsentrasi ESDM. Padahal menurutku konsentrasi ini adalah konsentrasi paling keren (he3). Ketika beliau menanyakan pendapatku mengapa demikian, aku hanya bisa menjawab karena memang publikasi konsentrasi ini kurang, banyak mahasiswa yang tidak tahu apa yang dipelajari di konsentrasi ini padahal Penduduk (manusia) merupakan hal yang sangat penting isi dari sebuah bangsa. Aku sendiri merasa beruntung berada dalam lingkaran ini. menjadi orang yang tidak banyak ada. berdiri dalam sebuah keunikan tersendiri. Menjadi orang yang unik memang sulit tapi menyenangkan ^_^
Tiba di bundaran HI banyak yang sudah berkumpul. Aku mendampingi Bu May dan sempat terlempar sebentar dari lingkaran di sekeliling Bu May sampai akhirnya bergabung kembali dengan beliau disepanjang perjalanan HI sampai Monas. banyak yang kudapat dari perjalanan singkat itu. Kecintaan Bu May akan Indonesia, Petuah beliau mengenai Idealisme dan hidup sebagai peneliti. Aku sendiri berkata pada beliau bahwa aku sudah begitu terbiasa dengan hidup yang sederhana, tidak masalah bagiku untuk berada terus dalam kehidupan itu. Ada yang lebih penting dari uang yang harus kucapai. Kepuasan sebagai Manusia, mahluk Allah yang paling sempurna, Khalifah di muka bumi, rasanya tak pantas digadaikan dengan uang. walaupun aku tidak berkata seperti itu pada beliau he3....
Di sepanjang perjalanan yang singkat itu pula berbagai hal masuk kedalam pikiranku. Keinginan untuk memeperbaiki Indonesia begitu menggebu. Jika penjara membatasi gerak jasmani tetapi tidak membatasi pergerakan ide di pikiran banyak orang. Jika sebanyak ini orang yang berpikir untuk hidup bersih tnapa korupsi, begitu pikirku, mungkin Indonesia bisa diperbaiki. Mungkin....
Perjalanan itu berakhir sebelum sampai Istana, karena Bu May sudah lelah dan harus balik ke kantor dan aku pun harus ngajar, tapi aku berpikir perjalanan singkat inilah yang mendorong akku untuk masuk ke Istana. Memperbaiki Indonesia.....
Aku Berjalan....
dan Berpikir....